Disdikbud Kukar Dorong Pengembangan Ekstrakurikuler Siswa SD

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memberikan ruang bagi pengembangan bakat dan minat siswa di sekolah dasar. Upaya ini dilakukan meskipun kegiatan non-akademik diakui belum berjalan optimal.

Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta didik.

Ia menegaskan, penyediaan sarana dan prasarana sudah mulai dilakukan agar siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk berprestasi.

“Ya, terkait memang bakat minat dan lain-lain, kami sudah pernah juga misalnya mengadakan seperangkat alat olahraga, baik di tenis meja dan lain-lain untuk olahraga,” ungkapnya, pada Sabtu (30/8/2025).

Meski demikian, Nurkhalis menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan resmi yang berskala besar masih terbatas. Selama ini, event yang rutin diikuti hanya meliputi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), serta Olimpiade Sains.

“Selain O2SN belum ada event-event lain sebenarnya. Tapi kami berharap mungkin di wilayah kecamatan hal itu benar-benar bisa tetap terlaksana,” jelasnya.

Ia menilai, keterbatasan ajang ekstrakurikuler di tingkat kabupaten membuat sekolah harus lebih aktif berinisiatif di lingkungan masing-masing. Dorongan dari pemerintah kecamatan juga diharapkan bisa menjadi solusi agar kegiatan pengembangan bakat tidak hanya berhenti di lingkup sekolah.

Menurutnya, kegiatan di tingkat kecamatan akan sangat membantu siswa untuk melatih mental dan kemampuan sejak dini. Ajang seperti itu bisa menjadi wadah pemanasan sebelum siswa mewakili daerah dalam perlombaan resmi tingkat provinsi maupun nasional.

Namun, Nurkhalis tidak menampik bahwa upaya tersebut masih menghadapi kendala. Salah satunya adalah efisiensi anggaran yang membuat sejumlah program pengembangan siswa harus dipertimbangkan kembali.

“Selama ini yang formal hanya Olimpiade olahraga atau sains, kemudian untuk seni juga ada FLS2N. Dan memang kita belum bisa maksimal apalagi kembali ada efisiensi,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa komitmen Disdikbud Kukar tetap berpihak pada pengembangan siswa secara utuh, baik akademik maupun non-akademik.

Ia berharap, keterbatasan yang ada tidak mematikan semangat sekolah untuk terus mendukung potensi anak-anak di Kukar.

“Kami akui belum maksimal, tapi harapan kami sekolah tetap bisa bergerak, karena bakat dan minat anak-anak ini juga bagian dari pendidikan yang harus mendapat perhatian,” pungkasnya.(adv)